Rumah Adat Sumatera Utara
Daerah Wisata Sumatera Utara
Rumah Ibadah Sumatera Utara

BAKTI SOSIAL PANITIA NATAL DPRD SUMATERA UTARA BERSAMA FAKULTAS KEDOKTERAN HKBP NOMMENSEN MEDAN, DIN

Posted December 15, 2018
Written by user
Category Umum
BAKTI SOSIAL PANITIA NATAL DPRD SUMATERA UTARA BERSAMA FAKULTAS KEDOKTERAN HKBP NOMMENSEN MEDAN, DINAS SOSIAL PROVINSI SUMATERA UTARA DAN YAYASAN PEDULI PEMULUNG SEJAHTERA

Sabtu, 15 Desember 2018 Panitia Natal DPRD Provinsi Sumatera bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatera utara dan Fakultas Kedokteran HKBP Nommensen Medan serta Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera melakukan Bakti Sosial berupa Konsultasi Kesehatan, Pemeriksaan Kesehatan dan Perobatan Gratis kepada 500 orang masyarakat yang bekerja sebagai pemulung di laksanakan pada pukul 11.00 Wib di Wisma Tiurma, Desa Kelambir Lima Kebon, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan Bakti Sosial di Koordinir oleh Ketua Panitia Natal DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sutrisno Pangaribuan, ST) yang di dampingi oleh Panitia Natal DPRD Provinsi Sumatera Utara serta Uba Pasaribu selaku Ketua Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera (YPPS) dan di hadiri juga Bendahara Pantia Natal DPRD Provinsi Sumatera Utara Samsul Sianturi.

Dalam hal ini panitia bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan dengan menurunkan 11 dokter spesialis, 6 dokter umum, 4 tenaga kesehatan dan 12 mahasiswa Fakultas Kedokteran. Tim FK UHN yang dipimpin oleh dr. Rudyn Reymond Panjaitan, M.Ked (KK), Sp.KK, Ketua Program Study Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan.

Panitia Natal DPRD Provinsi Sumatera Utara juga mengikutsertakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk melayani langsung masyarakat yang belum memiliki identitas kependudukan juga Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, selain menurunkan tenaga medis, dan menyediakan obat-obatan, mereka juga diminta untuk memfasilitasi pendaftaran BPJS Kesehatan serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebab masih ada warga yang menyampaikan berbagai keluhan untuk dibantu penyelesaian masalah administrasi kependudukan, BPJS, bantuan beras Program Keluarga Harapan hingga penolakan bantuan pengobatan dari pemerintah.